Minggu, 28 Agustus 2011

Hal yang perlu diketahui oleh pemula untuk mendapatkan "capture" yang baik

Buat akang akang dan teteh teteh yang baru membeli kamera digital, berikut ada hal yang penting di ketahui oleh anda sekalian.

1. Photography consept

Ada tiga prinsip utama dari pencahayaan yang dapat di jelaskan dengan analogi sebagai berikut :
Kita ingin mengisi air ke dalam botol dengan air. Kita memiliki 3 variable, yakni perbedaan ukuran dari corong, durasi pembukaan dan penutupan keran air dan perbedaan dari ukuran botol itu sendiri yang nantinya akan kita isi dengan air.
Untuk mengisi botol dengan air, kita dapat :

A. Memutar keran air untuk durasi dengan durasi yang lama dan pendek.
B. Menambah dan mengurangi ukuran dari corong.
C. Menggunakan botol yang lebih kecil atau lebih besar.

Jika kita menggunakan botol yang besar dan corong yang kecil, kita harus menambah durasi pembukaan keran air. Jika kita menggunakan botol kecil dan corong besar, kita harus mengurangi durasi dari pembukaan keran. Dari analogi ini, kita bisa konfersikan bahwa durasi pembukaan keran adalah "shutter speed", ukuran dari corong merepresentasikan " aperture ", dan ukuran dai botol merepresentasikan " ISO " (Botol yang besar = lower ISO [100-200 ISO], botol yang kecil = higher ISO [400-6400 ISO]. Nah sekarang kita coba dalami satu persatu, apa itu shutter speed, ISO dan Aperture.

2. Aperture

Pembukaan Aperture merepresentasikan dari penge"set"an metal blades yang terletak antara elemen glass di dalam lensa. Blades ini terbuka dan tertutup untuk mengijinkan banyak dan sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam lensa. Dengan mengontrol ukuran dari aperture akang akang/teteh teteh dapat mengontrol jumlah cahaya yang masuk kedalam sensor gambar yang ada di dalam lensa. Dengan menggunakan nomor yang kecil dari aperture, misalnya f/(2.8), f/(3.5) atau f/(4), anda akan membiarkan banyak cahaya masuk ke dalam lensa dari pada menggunakan nomor yang besar seperti f/16 atau f/22.
Setiap aspek dari pengontrolan jumlah cahaya yang mencapai sensor gambar kamera akan menimbilkan "efek samping". Dengan menggunakan nomor aperture kecil f/(2.8), f/(3.5), hasil kedalaman focus (DOF) dari gambar akan menjadi dangkal. Artinya objek di depan dan di belakang area pemotretan akan out of focus.
Jika teman teman mengunakan setting aperture dengan nomor yang besar, misalkan f/11, f/16 atau f/22, teman teman akan menambah kedalaman dari fokus (DOF) dan akan menambah fokus pada bagian depan dan belakang dari sekitar objek yang difoto.
Suatuwaktu jika teman teman sudah panda mengunakan kombinasi kamera digital, maka perpaduan antara shutter speed, ISO dan setting aperture akan menghasilkan gambar yang sangat artistic atau memiliki nilai seni tinggi.

3.Shutter speed

Shutter speed merepresentasikan dari pada kecepatan dari pembukaan dan penutupan tirai blade yang terbuat dari metal, tepat di depan sensor gambar. jika "shutter curtain blades" istilah keren nya.. hehe, terbuka secara cepat, misalnya (1/250 - 1/4000), image sensor akan mendapat pasokan sedikit cahaya yang masuk dari pada jika shutter speed curtain blades nya terbuka dan tertutup secara lambat misalnya (1/4 - 1/30 ). Sekarang coba tutup mata teman teman, dan coba kedap kedipkan mata teman teman secara cepat, lalu coba dengan cara yang lambat, ada perbedaan kah ?. hal ini akan lebih memantapkan pemahaman teman teman mengenai shutter speed bekerja. Jumlah kumulatif dari cahaya yang mengenai image sensor merepresentasikan shutter speed.
Setiap aspek dari pengontrolan jumlah cahaya yang mencapai sensor gambar kamera menghasilkan " side effect ". dengan menggunakan shutter speed rendah (1/30 atau lebih rendah), teman teman akan menghasilkan gambar dengan sedikit blur yang melintang pada gambar secara accidentally.
Jika teman teman mencoba mem foto kendaraan yang sedang berjalan, cobalah memilih lower shutter speed dan putar kamera dengan subject menghasilkan sensasi gerakan yang kuat dengan latar belakang motion blur.

4. ISO


Iso merepresentasikan ke sensitifan dari sensor gambar kamera, Jika settingan rendah ISO di gunakan (100-200 ISO),sensor gambar kamera teman teman adalah terkategorisasi sebagai midlle sensitive untuk mengkumulatifkan jumlah cahaya yang masuk kedalam nya. Jika settingan ISO tinggi digunakan (400-6400 ISO), Sensor gambar kamera berarti terkategorisasi sebagai very sensitive untuk menkumulative kan jumlah cahaya yang mengenai sensor gambar kamera.
Setiap aspek untuk mengontrol jumlah cahaya yang mengenai atau mencapai sensor gambar kamera akan menimbulkan " side effect". Dengan menggunakan ISO yang lebih sensitive (misalkan 400-6400 ISO), teman teman akan melihat beberapa "noise". yang mana akan terlihat seperti butiran dalam gambar yang di ambil.

Mudah mudahan pengetahuan ini membantu teman teman dalam mengexplorasi dunia fotography. Pesan saya ,Please share this knowledge to another to make indonesian smart ... :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar